Kamis, 27 Oktober 2016

Tidak ingin dikenal


Al Fudhoil bin Iyyadh berkata; Semoga Allah merahmati seseorang yang dirinya tidak ingin tenar  [;thirul Anfas: 280] Perkataan ulama salaf di atas rasanya sangat cocok untuk awalan artikel kali ini.Yang dimana sebagian dari kita mungkin termasuk penulis sendiri :D terkadang ada rasa ingin terkenal di mata manusia. Entah dengan kebaikannya atau yang lainnya dia ingin namanya harum di kalangan manusia.Padahal perkara seperti ini sangat tidak di sukai dalam perkara beragama karena dapat menghapus amalannya, ya akhi fillah Ittaqillah(bertakwalah kepada Allah) bukan kepada manusia.Tulisan saya ini bukan melarang anda sekalian untuk menjadi terkenal karena tidak ada larangan untuk menjadi terkenal namun ada beberapa hal yang di mana kita harus bersikap hati-hati, tulisan saya ini di maksudkan sebagai nasehat pada diri saya sendiri dan ikhwah sekalian. Agar tidak terjerumus dalam perkara Riya ataupun sum'ah demi mengejar ketenaran dan pujian manusia dan lupa bahwa tujuan kita ibadah harusnya semata-mata karena Allah.Perhatikanlah seorang ulama salaf pernah berkata barang siapa yang merasa senang ketika dirinya dipuji oleh manusia, maka itu adalah awal kerugian baginya Ya ikhwani fillah sebagai akhir dari artikel singkat kali ini saya ingin kutipkan sebuah perkataan kira-kira berbunyi demikian ;betapa banyak manusia yang terkenal dimuka bumi namun majhul(tidak dikenal) di langit sana, dan betapa banyak manusia yang majhul di muka bumi, namun namanya harum di langit sana. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar